07/09/2013 --- Umi-Note.blogspot.com
Proses pengolahan minyak bumi terdiri dari dua jenis proses utama, yaitu
Proses Primer dan Proses Sekunder. Sebagian orang mendefinisikan
Proses Primer sebagai proses fisika, sedangkan Proses Sekunder adalah
proses kimia. Hal itu bisa dimengerti karena pada proses primer biasanya
komponen atau fraksi minyak bumi dipisahkan berdasarkan salah satu
sifat fisikanya, yaitu titik didih. Sementara pemisahan dengan cara
Proses Sekunder bekerja berdasarkan sifat kimia kimia, seperti
perengkahan atau pemecahan maupun konversi, dimana didalamnya terjadi
proses perubahan struktur kimia minyak bumi tersebut. Rantai Hidrokarbon Minyak Bumi Seperti
kita kitahui dalam Kimia Organik bahwa senyawa hidrokarbon, terutama
yang parafinik dan aromatik, mempunyai trayek didih masing-masing,
dimana panjang rantai hidrokarbon berbanding lurus dengan titik didih
dan densitasnya. Semakin panjang rantai hidrokarbon maka trayek didih
dan densitasnya semakin besar. Nah, sifat fisika inilah yang kemudian
menjadi dasar dalam Proses Primer. Jumlah atom karbon dalam rantai
hidrokarbon bervariasi. Untuk dapat dipergunakan sebagai bahan bakar
maka dikelompokkan menjadi beberapa fraksi atau tingkatan dengan urutan
sederhana sebagai berikut :
- Gas Rentang rantai karbon : C1 sampai C5 Trayek didih : 0 sampai 50°C Peruntukan : Gas tabung, BBG, umpan proses petrokomia.
- Gasolin (Bensin) Rentang rantai karbon : C6 sampai C11 Trayek didih : 50 sampai 85°C Peruntukan : Bahan bakar motor, bahan bakar penerbangan bermesin piston, umpan proses petrokomia
- Kerosin (Minyak Tanah) Rentang rantai karbon : C12 sampai C20 Trayek didih : 85 sampai 105°C Peruntukan : Bahan bakar motor, bahan bakar penerbangan bermesin jet, bahan bakar rumah tangga, bahan bakar industri, umpan proses petrokimia
- Solar Rentang rantai karbon : C21 sampai C30 Trayek didih : 105 sampai 135°C Peruntukan : Bahan bakar motor, bahan bakar industri
- Minyak Berat Rentang rantai karbon dari C31 sampai C40 Trayek didih dari 130 sampai 300°C Peruntukan : Minyak pelumas, lilin, umpan proses petrokimia
- Residu Rentang rantai karbon diatas C40 Trayek didih diatas 300°C Peruntukan : Bahan bakar boiler (mesin pembangkit uap panas), aspal, bahan pelapis anti bocor.
Melihat daftar trayek hidrokarbon diatas nampak ideal sekali, dimana
perbedaan jumlah atom karbonnya sangat jelas. Tapi pada kenyataannya
dengan teknologi sekarang kondisi diatas teramat sangat sulit
dicapai.Kondisi ideal diatas sulit dicapai karena senyawa hidrokarbon
dalam minyak bumi banyak mengandung isomernya juga.Isomer hidrokarbon,
terutama isomer yang parafinik memiliki titik didih dan densitas yang
lebih ringan dibandingkan dengan rantai lurusnya. Misal, normal-oktan
(n-C8H18) titik didih dan densitasnya akan lebih besar dari pada
iso-oktan (2,2,4-trimetil pentan), begitu juga untuk isomer-isomer
lainnya. Atas dasar kondisi seperti itulah kemudian pada kenyataannya
dalam pengolahan minyak bumi lebih memegang patokan kepada trayek titik
didih daripada komposisi atau rentang rantai karbonnya. Sehingga pada
batas antara fraksi pasti akan terjadi overlap (tumpang tindih) fraksi. Overlap ini kemudian disebut sebagai minyak slopsyang
nantinya akan berfungsi sebagai bahan pencampur untuk mengatur produk
akhir sehingga memenuhi spesifikasi atau baku mutu yang ditentukan. Proses Primer Minyak
bumi atau minyak mentah sebelum masuk kedalam kolom fraksinasi (kolom
pemisah) terlebih dahulu dipanaskan dalam aliran pipa dalam furnace (tanur)
sampai dengan suhu ± 350°C. Minyak mentah yang sudah dipanaskan
tersebut kemudian masuk kedalam kolom fraksinasi pada bagian flash chamber (biasanya
berada pada sepertiga bagian bawah kolom fraksinasi). Untuk menjaga
suhu dan tekanan dalam kolom maka dibantu pemanasan dengan steam (uap air panas dan bertekanan tinggi).








0 comments:
Post a Comment